Cari di blog Suryo

Kamis, 13 Agustus 2015

Tiga Masa Cinta


2 Agustus 2015

Minggu pagi, Aku dan kawan-kawan SATCOM ku berkumpul di kampus STAN. Perlu kalian ketahui, SATCOM adalah STAN Airsoft gun Tactical Combat Community, komunitas yang keren, tapi kurang beken. Rata-rata anggotanya adalah laki-laki pacarannya sama unitnya (re: senjata), sesuai mottonya, “my riffle, my life, my wife”.

Setelah bermain dengan unit kami - tepatnya berfoto-foto -, kami pulang ke rumah masing-masing. Aku berjalan bertiga bersama Bang Bima, dan Raka.

“Hai yoy! Abis dari mana?” Seorang teman kelas wanita ku, bertanya.

“Abis main, biasa lah... kamu mau tentir ya?” Aku menjawab.

“Enggak kok, aku mau ke sana, duluan ya..” Ia menjawab lalu pergi.

“Siapa tuh yo? Pepet atuh yo, mumpung masih kuliah, masih gampang nyarinya....” ucap Bang Bima Setengah meledek.

“Temen sekelas bang.” Aku menjawab santai, sambil menahan ucapan “dia udah ada yang punya”. Kami pun melanjutkan perjalanan pulang.

Senin, 03 Agustus 2015

BALADA KUIS DAN OUTLINE

halo, lama banget nih ga nge-blog dan menulis kisah. pada kangen gak? kangen pliss. oke kali ini aku mau menceritakan kisah hidupku hari ini, tapi bukan dalam bentuk diary, dalam bentuk balada, sejenis puisi. ga bagus? baca gratis kok mau bagus? *peace*


Balada Kuis dan Outline

Satu minggu sebelum UAS
Semakin banyak ku dihajar tugas
Kuis semakin mendekat dan bergegas
Belajar ku harus di gas

Rabu, 01 Juli 2015

Khayalan yang Hampir dan Akan Mati

Wahai Gadis bermata biru
Kapan terakhir kali kita bertemu?
Mungkin satu atau dua tahun lalu
Persetan dengan itu, aku merindukanmu

Aku tak peduli lagi berapa kali bumi mengelilingi matahari
Aku akan tetap berdiri, menanti
Setidaknya sampai habis tinta ini
Menulis tentang khayalan dan rindu

Lihatlah pohon jati yang hampir mati itu
Ia termakan usia, telah renta
Seperti mawar merah di taman itu
Ia hampir layu, kekeringan, dan termakan waktu

Tetapi tahukah engkau, wahai yang kurindukan?
Semua yang hidup pasti akan mati
Entah ia melalui masa tua atau tidak
Begitupun khayalan tentang kita berdua menua bersama
Mungkin akan mati tak lama lagi
Tak perlu menunggu khayalan itu menua
Kakiku mulai lelah berdiri, menanti.