Cari di blog Suryo

Jumat, 27 Desember 2013

Menunggu dokter

Desember 2012, aku dan keluargaku berniat membeli kacamata baru, karena yang lama mungkin sudah tidak nyaman. Supaya dapat potongan harga lensa kacamata, kami menggunakan kartu askes. Potongan harga dari askes adalah dua ratus ribu rupiah, nominal yang cukup tinggi. Untuk mendapatkan fasilitas askes, kami harus buat rujukan ke puskesmas daerah kami. Setelah rujukan ke puskesmas, kami harus ke RSU daerah kami dan melakukan pemeriksaan. Setelah pemeriksaan, kami akan dapat sebuah lembaran yang menjamin potongan harga dari askes.

Minggu, 10 November 2013

Puisi: Mahluk Berseragam

Pikiranku ini begitu kosong
Mataku menatap ke segala arah
Mencoba mencari lorong
Namun tiada kutemui jua

Jiwaku terbawa ke alam pelamunan
Pelamunan yang terbangkan pikiran
Terbangkan pikiran ke utara
Utara dari segala utara

Di alam sana aku bertanya
Untuk apa aku di sini?
Kuhanya habiskan usia
Harusnya kupergi, harusnya kukembali

Kesadaran kini aku rasa
Kusadari kuhanyalah mahluk berseragam
Yang terus menggeluti angka
Hingga dunia terasa kelam
Yang tunduk pada teori
Teori yang yang akan berdisfungsi
Bila nanti aku mati

Puisi: Senja Biru

Kubuka lembaran kenangan
Bercerita tentangku dan rembulan
Yang memvisualisasikan keceriaan
Dan mengusamkan janji kesetiaan

Hari ini hujan rintik-rintik
Air turun dengan sarkastik
Angin mendesir seolah menyindir
Mengingatkan semua telah berakhir

Kini gelisah menyinari senjaku
Senjaku merah menjadi biru
Aku diam dan membisu
Aku mati dalam ragu

Dahulu aku menyebutnya cinta
Kini hanya menjadi sonata
Yang terdengar menyayat hati
Dan hanya aku yang mengerti

Kusadari ini takkan kembali
Aku tidak pula menanti
Aku hanya berdoa disini
Ingin kau pergi dari mimpi

Dalam gelap aku berharap
Semoga doaku terjawab
Dalam suram aku terpejam
Aku tenggelam terlalu dalam

Jumat, 04 Januari 2013

Puisi: Malu pada mentari

Tahukah kamu siapa dirimu?
Yang tak pernah kucari sebelumnya
Yang membuatku bersyukur bertemu denganmu
Yang membuatku merasakan cinta

Samudera waktu ku arungi
Mencari waktu untuk katakan ini
Menjelaskan perasaan ini
Yang menenggelamkanku hingga hampir mati

Aku bingung dengan perasaanku
Rasa ini kadang menghangatkanku
Kadang pula membakarku
Membakarku dengan api cemburu

Senyumanmu sungguh manis dan menghipnotis
Saat itu untukku, aku merasa optimis
Saat itu untuk yang lain, hatiku terasa terkikis
Namun aku hanya sembunyikan hati yang menangis

Namun aku sadari itu
Cemburu ini buta dan bisu
Cemburu atas siapapun bersamamu
Namun tak mampu ungkapkan itu

Sesungguhnya aku malu pada mentari
Yang pancarkan sinarnya dengan berani
Namun cinta tak dapat ku pungkiri
Meskipun kau buat aku seperti ini