Cari di blog Suryo
Jumat, 27 Desember 2013
Menunggu dokter
Minggu, 10 November 2013
Puisi: Mahluk Berseragam
Pikiranku ini begitu kosong
Mataku menatap ke segala arah
Mencoba mencari lorong
Namun tiada kutemui jua
Jiwaku terbawa ke alam pelamunan
Pelamunan yang terbangkan pikiran
Terbangkan pikiran ke utara
Utara dari segala utara
Di alam sana aku bertanya
Untuk apa aku di sini?
Kuhanya habiskan usia
Harusnya kupergi, harusnya kukembali
Kesadaran kini aku rasa
Kusadari kuhanyalah mahluk berseragam
Yang terus menggeluti angka
Hingga dunia terasa kelam
Yang tunduk pada teori
Teori yang yang akan berdisfungsi
Bila nanti aku mati
Puisi: Senja Biru
Kubuka lembaran kenangan
Bercerita tentangku dan rembulan
Yang memvisualisasikan keceriaan
Dan mengusamkan janji kesetiaan
Hari ini hujan rintik-rintik
Air turun dengan sarkastik
Angin mendesir seolah menyindir
Mengingatkan semua telah berakhir
Kini gelisah menyinari senjaku
Senjaku merah menjadi biru
Aku diam dan membisu
Aku mati dalam ragu
Dahulu aku menyebutnya cinta
Kini hanya menjadi sonata
Yang terdengar menyayat hati
Dan hanya aku yang mengerti
Kusadari ini takkan kembali
Aku tidak pula menanti
Aku hanya berdoa disini
Ingin kau pergi dari mimpi
Dalam gelap aku berharap
Semoga doaku terjawab
Dalam suram aku terpejam
Aku tenggelam terlalu dalam
Jumat, 04 Januari 2013
Puisi: Malu pada mentari
Yang tak pernah kucari sebelumnya
Yang membuatku bersyukur bertemu denganmu
Yang membuatku merasakan cinta
Mencari waktu untuk katakan ini
Menjelaskan perasaan ini
Yang menenggelamkanku hingga hampir mati
Rasa ini kadang menghangatkanku
Kadang pula membakarku
Membakarku dengan api cemburu
Saat itu untukku, aku merasa optimis
Saat itu untuk yang lain, hatiku terasa terkikis
Namun aku hanya sembunyikan hati yang menangis
Cemburu ini buta dan bisu
Cemburu atas siapapun bersamamu
Namun tak mampu ungkapkan itu
Yang pancarkan sinarnya dengan berani
Namun cinta tak dapat ku pungkiri
Meskipun kau buat aku seperti ini