Cari di blog Suryo

Minggu, 24 Agustus 2014

Abu

     Terimakasih untuk kamu yang pernah mewarnai hariku. Ini bukan surat tentang rindu. Surat ini tentang aku yang teringat padamu, tentang kamu yang pergi bersama waktu, dan tentang aku yang tak biaa melawan waktu.

     Jika aku bisa memilih takdirku, aku ingin selalu bersamamu, atau tidak ingin bertemu sekalipun. Andai kau tahu perpisahan ini sungguh buatku terpaku.

     Kini aku harus menjalani kehidupan baru dengan suasana yang abu. Ah, bukan, ini medan perang baru. Aku harus bergerilya dari rasa rindu yang terus menghujamku. Aku tidak bisa menemukan yang sepertimu. Percayalah, aku tidak sedang merayu.

     Dahulu kita saling berbagi tawa. Dahulu kita saling bertukar cerita. Namun kini, semua hanya seperti sebuah cerita lama. Suaramu terdengar maya di telingaku, senyumanmu perlahan sirna di mataku.

      Dalam surat ini, kusampaikan padamu bahwa aku tidak bersedih. Aku hanya merayakan masa indah yang pergi. Seraya kuberharap ia kembali. Tapi mustahil, bagai menghidupkan orang mati.

1 komentar: